Kamis, 12 September 2013
Rabu, 04 September 2013
Selasa, 03 September 2013
Minggu, 03 Februari 2013
Tutur Tinular A la Lasswell
Bagaimana mengelola persepsi politik voters untuk pemenangan pemilu dan pilpres?
Sederet jawaban segera muncul disertai improvisasi yang didasarkan pada pengalaman empirik individual, karenanya tidak cukup teruji. Ragam jawaban memang banyak, cenderung berpijak pada satu hal utama, yakni sudut pandang ideologisasi-relegius bersumberkan fakta pengalaman – meminjam pikiran Benedict Spinoza — tidak terbantahkan, sehingga akhir kesimpulan: “voters cenderung memilih orang yang seiman!“
Kamis, 31 Januari 2013
Pokoknya Tahan Budiono?
GERAKAN INDONESIA BERSIH
Bagaimana
cara menahan Budiono, bahkan Abraham Samad pun tidak mampu melakukannya. Ya,
negara kita negara hukum, bukan negara revolusi. Di negara revolusi, yang
penting tahan dulu, urusan hukum belakangan. Dan bila itu bisa terjadi pada Budiono,berarti
juga dapat berlaku pada Anda semua. Di negara hukum, proses dan sistem hukum
yang dikedepankan.
Sabtu, 26 Januari 2013
Kasus Gayus itu Hanya 10 Persen dari Kasus Pajak
Kasus mafia pajak Gayus Halomoan Partahanan Tambunan hanya 10 persen dari kasus serupa yang sampai kini tak terungkap. Ketua Umum Indonesia Tax Watch (ITW) Djoko Edhi Soetjipto Abdurrahman, SH, SE, MM mengatakan, “Di kantor pajak Jakarta saja, ada 74.000 kasus seperti itu. Soal itu, ITW punya data,” katanya.
Jumat, 26 Oktober 2012
Perang Dahlan Iskan Versus DPR
Dahlan Perang dengan DPR, yo konyol. Dahlan harus tetap mematuhi hukum dan uu. Bahwa anggota dpr korup, suka ngemis, suka lapan anam (suap), adalah dua masalah terpisah. DPR bisa melancarkan gisjeling (pernyanderaan) sebagmana disebut uunya jika ia tak memenuhi panggilan dpr hingga batas yg ditetapkan uu.
Rabu, 22 Agustus 2012
Tailaso Aslan Abidin di Parlemen
Begitu rumitnya memahami latar belakang puisi Aslan Abidin. Saya seolah membaca psikografis seorang Bugis. Lalu, seolah ada tilas romantisme Khalil Gibran. Tapi, tidak juga: Aslan sudah jungkir balik, mencoba jujur kepada kata. Pasnya, saya terpaksa memakai ungkapan Goenawan Mohamad: Aslan Abidin bukan pembaharu tapi pemberontak romantisme libido!
Restorasi Nasdem dan Jika
Jika Parpol Nasdem menang, niscaya nama kabinet 2014 ialah “Kabinet Restorasi”. Jika Parpol Nasdem mampu mengawal Amandemen UUD 45 ke arah restorasi dalam Sidang Umum MPR 2014, silogisme koalisi politiknya, ialah “Koalisi Restorasi”. Artinya, bukan an sich koalisi kekuasaan untuk kekuasaan yang kacau ketika ruling party terjebak korupsi, lalu sama sekali tak membawa pencerahan.
Deception Operation
Judul itu berasal dari substansi buku Agus Sunyoto, “Atlas Wali Songo - Buku Pertama yang Mengungkap Wali Songo Sebagai Fakta Sejarah”, diluncurkan Juli 2012 di markas PBNU.
"Penghapusan Wali Songo dari daftar tokoh-tokoh penyebar Islam di Nusantara, tidak bisa ditafsirkan lain kecuali merupakan usaha sistematis dari golongan minoritas yang memiliki akidah dan ideologi Wahabi untuk membasmi paham mainstream Islam Nusantara - paham Ahlussunnah Waljamaah yang sosio kultural -
Selasa, 21 Agustus 2012
Hawa, Rusuk Adam, dan Orang Madura
Karena para ahli di Mesir masih berdebat bagaimana proses penciptaan Hawa –‘bukan’ dan ‘ya’– dari rusuk bengkok Nabi Adam, praktis yang mengikuti perdebatan unik itu, harus menunda keyakinan sebelumnya bahwa Hawa dibuat dari Rusuk Adam. Asyik.
Bagi sebagian orang, debat itu, pasti cuma sekadar sejumlah paradoks metodologi penakwilan para ulama versus fuqoha. Dan, kambing hitamnya ialah mitos Israiliyat. Kesian deh lu pengikut Phillo (perintis mazhab monoteisme Yahudi yang diganyang kaum phaganis pada masa Caligula).
Senin, 20 Agustus 2012
Menyusun Siasat Membongkar Gonimah Narkoba
Bertrand Russel menerima nobel fisika kecepatan misil udara ke darat tahun 1948. Di antara tulisannya yang ngetop di Night Journal adalah: “Korupsi lebih memabokkan ketimbang Narkoba”. Maka, ketika Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengemukakan yang sebaliknya tiga bulan lalu, saya kirim kutipan Russel itu kepada Mahfud MD: “Korupsi lebih memabokkan ketimbang Narkoba!"
Mudah-mudahan dia sadar. Sebab yang dia maksud adalah victim (koban yang sakau). Penanggulangan Victim sih mudah. Masukkan mereka ke Rumah Sakit selesai: sakaunya, dan bahkan ketagihannya. Kalau masih ingin paripurna, kirim ia untuk tahlilan ke Ponpes supaya tidak tahlilan di diskotik (tripping). Yang repot adalah keluarga Wahabi, karena tak punya tahlilan, baik di diskotik maupun di Ponpes. Pokoknya, urusan victim gampang! Yang berat justru korupsinya!
Rabu, 08 Juni 2011
Kamis, 14 April 2011
Selasa, 07 September 2010
“Psywar”, Belajar dari Try Sutrisno
Kamis, 01 Oktober 2009
Tomy Soeharto Ketum DPP Golkar?
Haqqul yaqin, sudah pas banget. Ikhwalnya, pers memuat kesiapan Tomy Soeharto untuk jadi Ketum DPP Golkar. Dahsyat, tapi tak mudah. Tommy terganjal AD/ART, bersebab ia belum kunjung memangku ketua DPD maupun DPP. Namun, sepanjang mayoritas kongres menghendaki Tommy jadi calon, requirements AD/ART tadi bisa dilampaui di Tatib Munas. So, hipotesa harus dijawab: mengapa mayoritas harus memilih Tommy Soeharto?
Rabu, 27 Agustus 2008
10 Tahun Reformasi: Tak Mungkin NU dan Muhammadiyah Bisa Berkerjasama (Tulisan 3)
SAMPAI di scene ini, meski atas nama Rasulullah dan sesama
Sunni, saya tak yakin NU dan Muhammadiyah bisa bekerjasama. Sebab, sejarah
belum pernah mencatat sukses kerja sama seperti itu, terhitung sejak tragedi
Komite Hejaz tahun 1925 yang dipimpin KH Achmad Dahlan (dedengkot Muhammadiyah)
dan KH Hasyim Asy’ari (dedengkot NU).
Langganan:
Komentar (Atom)


.jpg)











