Selasa, 07 September 2010

“Psywar”, Belajar dari Try Sutrisno


Krisis diplomatik Indonesia - Malaysia kembali marak. Kebalikan dengan pandangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menghendaki penyelesaian damai, kondisi di lapangan, rakyat sudah sampai pada penyelesaian secara perang. Tampaknya, perang dan martabat bangsa, adalah dua sisi tubuh tunggal yang tak terpisahkan, diperlukan kreativitas lebih untuk menghindari perang yang mengerikan tanpa harus kehilangan martabat. Krisis serupa pernah terjadi antara Indonesia - Australia.