Minggu, 24 Oktober 2004

MSJ Versus Akademi Jakarta


Pengantar:
Tiga bulan lalu, seniman Saut Sitompul ditabrak bis. Lalu mati. Mati sungguhan menemani lelehan darah dari kepalanya yang remuk dan ususnya yang terburai. Sejak itu, tak ada lagi Saut, tak ada lagi keriuhan slogan dan jargon deklamasi radikal di pojok depan Taman Ismail Marzuki yang mengisah realitas kekuasaan di jalanan ibukota dengan gegap gempita. Saut, hidup mengamen dari satu bis kota ke lain bis kota sejak Malari (Malapetaka Januari 1974) di Jakarta, awal kami bersua. Ia sempat menamatkan kuliahnya di IKJ (Institut Kesenian Jakarta) dan menjadi pemusik yang diperhitungkan seniman di Taman Ismail Marzuki (TIM). Pada Musyawarah Seniman Jakarta (MSJ), Saut salah seorang yang terpilih menjadi pengurus Komite Musik Dewan Kesenian Jakarta (DKI) yang kemudian dimanipulasi oleh Akademi Jakarta dan Gubernur DKI Jakarta dengan cara menunjuk pengurus DKJ saat ini dan menafikan hasil MSJ.