Haqqul yaqin, sudah pas banget. Ikhwalnya, pers memuat kesiapan Tomy Soeharto untuk jadi Ketum DPP Golkar. Dahsyat, tapi tak mudah. Tommy terganjal AD/ART, bersebab ia belum kunjung memangku ketua DPD maupun DPP. Namun, sepanjang mayoritas kongres menghendaki Tommy jadi calon, requirements AD/ART tadi bisa dilampaui di Tatib Munas. So, hipotesa harus dijawab: mengapa mayoritas harus memilih Tommy Soeharto?
Kamis, 01 Oktober 2009
Rabu, 27 Agustus 2008
10 Tahun Reformasi: Tak Mungkin NU dan Muhammadiyah Bisa Berkerjasama (Tulisan 3)
SAMPAI di scene ini, meski atas nama Rasulullah dan sesama
Sunni, saya tak yakin NU dan Muhammadiyah bisa bekerjasama. Sebab, sejarah
belum pernah mencatat sukses kerja sama seperti itu, terhitung sejak tragedi
Komite Hejaz tahun 1925 yang dipimpin KH Achmad Dahlan (dedengkot Muhammadiyah)
dan KH Hasyim Asy’ari (dedengkot NU).
10 Tahun Reformasi: Salah Pilih dan Amburadul Berkepanjangan (Tulisan 2)
JADI, filosofi Madani tak cukup sekedar praktikum mengganti penguasa dan berkuasa. Dengan lain kata, tujuan reformasi yang mekanik itu, secara filosofis telah diubah oleh aspek isoterik Madani, yaitu untuk menciptakan negara yang bukan saja manusiawi, tapi juga bermoral ilahiah kerasulan, sehingga mampu melindungi warga negara dari anasir kebiadaban sebagaimana dilakukan Rasulullah di Yatsrib.
Langganan:
Komentar (Atom)



