Rabu, 27 Agustus 2008
10 Tahun Reformasi: Tak Mungkin NU dan Muhammadiyah Bisa Berkerjasama (Tulisan 3)
SAMPAI di scene ini, meski atas nama Rasulullah dan sesama
Sunni, saya tak yakin NU dan Muhammadiyah bisa bekerjasama. Sebab, sejarah
belum pernah mencatat sukses kerja sama seperti itu, terhitung sejak tragedi
Komite Hejaz tahun 1925 yang dipimpin KH Achmad Dahlan (dedengkot Muhammadiyah)
dan KH Hasyim Asy’ari (dedengkot NU).
10 Tahun Reformasi: Salah Pilih dan Amburadul Berkepanjangan (Tulisan 2)
JADI, filosofi Madani tak cukup sekedar praktikum mengganti penguasa dan berkuasa. Dengan lain kata, tujuan reformasi yang mekanik itu, secara filosofis telah diubah oleh aspek isoterik Madani, yaitu untuk menciptakan negara yang bukan saja manusiawi, tapi juga bermoral ilahiah kerasulan, sehingga mampu melindungi warga negara dari anasir kebiadaban sebagaimana dilakukan Rasulullah di Yatsrib.
10 Tahun Reformasi: Siapa yang Merusak Makna Masyarakat Madani (Tulisan 1)
SAYA tak tahu amanat umat yang bernama Madani itu berada di
mana saat ini. Tapi saya tahu siapa yang wajib ditanyai jika Antum perlu
mencari yang bertanggungjawab menghilangkannya.
Hal itu, karena saya melakukan pencatatan a la tasyri cukup
bernas untuk menggenapi hasil-hasil penelitian saya (JMC Research) terhadap
gerakan “mahasiswa demonstran” di Majalah Forum dan Gatra saat Jakarta dibakar,
ditembaki, dijarah, diperkosa, dst: kini kian absurd. Coba Antum tanya Madani itu
kepada Amien Rais, ia taruh di mana barang itu kini?
Langganan:
Komentar (Atom)



