Senin, 20 Agustus 2012

Menyusun Siasat Membongkar Gonimah Narkoba


Bertrand Russel menerima nobel fisika kecepatan misil udara ke darat tahun 1948. Di antara tulisannya yang ngetop di Night Journal adalah: “Korupsi lebih memabokkan ketimbang Narkoba”. Maka, ketika Ketua Mahkamah Konstitusi  Mahfud MD mengemukakan yang sebaliknya tiga bulan lalu, saya kirim kutipan Russel itu kepada Mahfud MD: “Korupsi lebih memabokkan ketimbang Narkoba!"

Mudah-mudahan dia sadar. Sebab yang dia maksud adalah victim (koban yang sakau). Penanggulangan Victim sih mudah. Masukkan mereka ke Rumah Sakit selesai: sakaunya, dan bahkan ketagihannya. Kalau masih ingin paripurna, kirim ia untuk tahlilan ke Ponpes supaya tidak tahlilan di diskotik (tripping). Yang repot adalah keluarga Wahabi, karena tak punya tahlilan, baik di diskotik maupun di Ponpes. Pokoknya, urusan victim gampang! Yang berat justru korupsinya!

Rabu, 08 Juni 2011

Menuju Muktamar PPP


KOMENTAR Romahurruzi alias Romy, Wasekjen PPP, pencopotan Muqowam dari Ketua Komisi IV DPR-RI yang ia gantikan adalah wajar. Komentar Ketum PPP Surya Dharma Ali, adalah sangat wajar. Meningkat kelasnya dari wajar ke sangat wajar.

Kamis, 14 April 2011

Bangkitnya Nissan



Apakah kali ini Nissan akan menemukan sasaran yang tepat? Setelah melalui dasawarsa yang suram, kini pencipta mobil ini sedang bersemangat melakukan berbagai pembenahan sis­tem pemasaran, sistem pen­jualan, dan sistem produksi secara besar-besaran.
***

Selasa, 07 September 2010

“Psywar”, Belajar dari Try Sutrisno


Krisis diplomatik Indonesia - Malaysia kembali marak. Kebalikan dengan pandangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menghendaki penyelesaian damai, kondisi di lapangan, rakyat sudah sampai pada penyelesaian secara perang. Tampaknya, perang dan martabat bangsa, adalah dua sisi tubuh tunggal yang tak terpisahkan, diperlukan kreativitas lebih untuk menghindari perang yang mengerikan tanpa harus kehilangan martabat. Krisis serupa pernah terjadi antara Indonesia - Australia.