JADI, filosofi Madani tak cukup sekedar praktikum mengganti penguasa dan berkuasa. Dengan lain kata, tujuan reformasi yang mekanik itu, secara filosofis telah diubah oleh aspek isoterik Madani, yaitu untuk menciptakan negara yang bukan saja manusiawi, tapi juga bermoral ilahiah kerasulan, sehingga mampu melindungi warga negara dari anasir kebiadaban sebagaimana dilakukan Rasulullah di Yatsrib.
Rabu, 27 Agustus 2008
10 Tahun Reformasi: Salah Pilih dan Amburadul Berkepanjangan (Tulisan 2)
JADI, filosofi Madani tak cukup sekedar praktikum mengganti penguasa dan berkuasa. Dengan lain kata, tujuan reformasi yang mekanik itu, secara filosofis telah diubah oleh aspek isoterik Madani, yaitu untuk menciptakan negara yang bukan saja manusiawi, tapi juga bermoral ilahiah kerasulan, sehingga mampu melindungi warga negara dari anasir kebiadaban sebagaimana dilakukan Rasulullah di Yatsrib.
10 Tahun Reformasi: Siapa yang Merusak Makna Masyarakat Madani (Tulisan 1)
SAYA tak tahu amanat umat yang bernama Madani itu berada di
mana saat ini. Tapi saya tahu siapa yang wajib ditanyai jika Antum perlu
mencari yang bertanggungjawab menghilangkannya.
Hal itu, karena saya melakukan pencatatan a la tasyri cukup
bernas untuk menggenapi hasil-hasil penelitian saya (JMC Research) terhadap
gerakan “mahasiswa demonstran” di Majalah Forum dan Gatra saat Jakarta dibakar,
ditembaki, dijarah, diperkosa, dst: kini kian absurd. Coba Antum tanya Madani itu
kepada Amien Rais, ia taruh di mana barang itu kini?
Rabu, 18 Juli 2007
Recall Agung Laksono Melanggar Hukum
Analisis Yuridis Djoko Edhi S Abdurrahman
Fakta Tragedi
Adegan 1:
Tanggal 31 Mei 2007, Ketua DPR Agung Laksono mengatasnamakan Pimpinan DPR, mengirim surat usulan untuk merecall Zaenal Ma’arif No KA.01/4275/DPR-RI/2007 kepada KPU, merespon usulan Bursah Sarnubi, Ketua Umum DPP Partai Bintang Reformasi (PBR).
Fakta Tragedi
Adegan 1:
Tanggal 31 Mei 2007, Ketua DPR Agung Laksono mengatasnamakan Pimpinan DPR, mengirim surat usulan untuk merecall Zaenal Ma’arif No KA.01/4275/DPR-RI/2007 kepada KPU, merespon usulan Bursah Sarnubi, Ketua Umum DPP Partai Bintang Reformasi (PBR).
Sabtu, 28 April 2007
Jargon ICOR Ekonomi Industri
Cukup kukuh dan menarik jika Incremental
Capital Output Ratio (ICOR) versi Harrord - Domar diambil sebagai
jargon investasi untuk mempertajam idealisasi konsep ekonomi industri, sepanjang
tujuannya - sebagaimana dikemukakan Sdr Hakam Naja - untuk menjadi icon perjuangan fraksi
demi rakyat! Selain paradigma ICOR digunakan untuk menyusun Propenas,
Rapetada, dan APBN, keresmiannya yang bakusecara internasional (IMF, World Bank,
UNDP), adalah kemampuan ICOR yang tangguh untuk melakoni instrumen kontrol atas target ekonomi pembangunan, sejak desain, proses, output hingga
analisis paska realisasi. [2]
Langganan:
Komentar (Atom)


